ROYAL ENFIELD CONTINENTAL GT, GAYA KLASIK BAGI PECINTA-NYA

Untuk Pengguna kendaraan roda dua, Royal Enfield mungkin jarang terdengar di kalangan pengguna motor Masyarakat Indonesia. Tak seperti brand terbesar asal jepang seperti, Suzuki, Yamaha dan Honda. Bahkan Pecinta motor yang mengkoleksi berbagai motor Moge seperti Harley Davvidson maupun Ducati belum tentu familiar dengan nama brand satu ini.

Padahal Royal Enfield tidak bias dibilang motor jenis baru atau keluaran baru. Karena perusahaan kepunyaan Inggris ini telah mengeluarkan produk ini sejak 1 abad yang lalu, yaitu sekitar tahun 1901, tapi pada tahun 1956, perusahaan ini malah beralih menjadi produksi negara di India.

Walapun sejak tahun 1995 perusahaan ini telah menjadi kepemilikan negara India, namun tampilan dan rasa Inggris nya tidak pernah mereka hilangkan. Mereka terus mempertahankan Design yang telah turun – temurun dari motor Inggris jenis klasik, dan pada bagian teknologi mesinnya pun tidak banyak diubah oleh perusahaan yang sudah di pegang oleh negara India tersebut. Hal ini dilakukan agar para pecinta Motor Royal Enfield kehilangan design maupun gaya Jadul yang sudah mereka cintai sejak lama.

Jadi bisa kita simpulkan kalau Motor Royal Enfield sangatlah berbeda dengan motor – motor Jadul lainya seperti Ducati Sport, Triumph Bonneville, Norton Nommando maupun Harley Davidson. Karena, mesikpun motor Retro produksi pabrik lain memiliki tampilan klasik, tapi sudah diberikan teknologi yang lebih canggih lagi, maka berbeda dengan Royal Enfield yang masih menyuguhkan rasa dan Teknologi jadul.

Khas dan ciri inilah yang dihadirkan oleh PT. Rizki Enerjy Indomotor (REI) sebagai pemilik Royal Enfield di Indonesia. Mereka memiliki tujuan untuk memberi jalur untuk para pecinta motor klasik yang masih mengadopsi teknologi jaman dulu.

Salah satuh contoh nya Royal Enfield tipe Continental GT yang sudah dihadirkan di Indonesia sejak tahun 2014 lalu. Kita bisa lihat dengan model yang tidak banyak berubah sejak tahun 1965, dengan gaya berkendara yang sedikit membungkuk berpadu indah dengan design yang cantic nan jadul terlihat sangat kompak saat dikendarai.

Dari modelnya pun terlihat seperti motor pada masa lalu. Meskipun motor keluaran 2914 ini kapasitas mesinnya sudah naik menjadi 535 cc, namun siapa sangka mesinnya masih mengandalkan mesin yang menggunakan satu silinder seperti jaman dulu.

Yang berbeda dengan motor jadul yaitu system pengabutan mesin nya sudah mengandalkan system Injection, dan juga kita bias melihat paduan design modern di motor tersebut, yaitu Break atau Rem yang sudah menggunakan piringan atau cakram. Begitu juga pada peredam kejut, yang saat ini menggunakan system gas yang terpisah, sehingga bias di setel sesuai dengan keinginan dan selera si pengendara itu sendiri.

Lalu apa lagi yang kita bisa lihat dari Royal Enfield Continental GT. Yaitu, Royal Enfield Continental GT benar – benar mempertahankan ke klasikannya, dengan Tangki yang dibuat melengkuk yang begitu mirip dengan keluaran jadulnya.

Lalu dengan pendinginnya sendiri yang masih menggunakan model garis-garis atau kisi-kisi yang terdapat pada blok mesinnya. Maupun dari sudut hal kecil lainnya seperti Lampu, Speedometer, starter hingga tutup tangka yang dibuat dengan warna chrome.

Dengan produk yang seperti ini, REI sebagai distributor justru sedang melakukan pertaruhan yang sangat besar. Karena sudah kita ketahui bahwa motor yang khususnya berkapasitas Gambot, justru sedang dikuasai dengan model yang justru memiliki gaya modern dan memiliki teknologi mesin yang lebih canggih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *