Wow! Stasiun Tawang lebih menarik berkat monumen lokomotif

Hasil gambar untuk stasiun lawang monumen lokomotif

PT Kereta Api Indonesia (Persero) juga mendukung revitalisasi area Kota Lama di Stasiun Polder Semarang Tawang. KAI, bekerja sama dengan pemerintah Kota Semarang, meresmikan monumen lokomotif D 301 59.

Peresmian monumen lokomotif D 301 59, dihiasi dengan tarian air mancur, ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh kepala PT KAI Edi Sukmoro bersama dengan wakil walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, yang juga presiden lembaga tersebut. (BPK2L).

CEO PT KAI Edi Sukmoro mengatakan pembangunan monumen sedang dibayangi untuk memperingati pengoperasian lokomotif D 301 59 di wilayah kerja perkeretaapian Indonesia sejak 1962.

“Antara 1962 dan 1963, sekitar 80 lokomotif diimpor dari pabrik DKA (Djawatan Kereta Api) Jerman untuk melayani penumpang dan kereta barang di pulau Jawa,” kata Edi dalam pernyataan tertulis, Rabu (27/7) 3/2019).

Dia menjelaskan bahwa lokomotif, yang dapat mencapai kecepatan 50 km / jam, didukung oleh mesin diesel 340 hp ini. Beberapa unit masih untuk digunakan langsung di stasiun utama pulau Jawa dan kereta wisata museum kereta api dalam operasi Ambarawa.

“Lokomotif, yang sekarang digunakan sebagai monumen, telah beroperasi di wilayah kerja perkeretaapian Indonesia selama 52 tahun,” katanya.

Lokomotif yang disetujui pada April 2014 dinyatakan tidak beroperasi dan diblokir di depo lokomotif Poncol Semarang. Ketika KAI melihat ini, ia berinisiatif menjadikannya monumen di Kota Tua, yang menjadi salah satu ikon kota Semarang, yang didekorasi dengan dekorasi Air Mancur Menari.

Sementara itu, Wakil Walikota Semarang mengatakan dalam pidatonya bahwa dia menghargai langkah-langkah KAI untuk memperindah daerah kota tua Semarang. “Kehadiran monumen lokomotif D 301 59 dan Air Mancur Menari di Stasiun Polder Semarang Tawang adalah salah satu cara terbaik untuk mempercantik kota kuno Semarang, yang masih dalam masa kebangkitannya.” Stasiun Polder Semarang Tawang masih menjadi tempat tinggal Kabupaten Semarang dari Kota Tua, sehingga monumen dapat “Salah satu ikon di kota Semarang,” kata Hevearita.

Stasiun Pawang Semarang Tawang adalah tanah milik KAI, yang dianggap sebagai polder penyerap air untuk mengurangi banjir di kota tua Semarang. Selain penyerapan air, KAI menghadirkan hiasan area cat di stasiun Semarang Tawang serta monumen lokomotif untuk melengkapi penampilan kota tertua, mengingat bahwa pemerintah Semarang saat ini masih dalam sorotan Revitalisasi Kota Tua.

Pasokan air minum gratis

Selain formalisasi dari KAI Lokomotivdenkmal juga menawarkan air minum melalui keran, yang dapat digunakan oleh penumpang Stasiun Tawang. Ini juga merupakan salah satu layanan KAI yang luar biasa bagi semua pengguna kereta api.

“Dengan 1.500 liter air minum gratis, sangat mungkin untuk membantu penumpang di Stasiun Tawang,” kata Edi.

Sebagai lambang peningkatan kualitas layanan KAI dan memenuhi kebutuhan penumpang di Stasiun Tawang, stasiun air minum Stasiun Tawang kini telah dilengkapi dengan air minum gratis. Air minum gratis di stasiun Tawang berasal dari sumber air tanah, yang dirawat dengan sistem osmosis Refresh (RO) selama 4 kali filter.

“Sistem filter dilengkapi dengan filter UV untuk mensterilkan bakteri yang tidak diperlukan oleh tubuh manusia dan lulus tes di laboratorium,” jelas Edi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *