Orang Indonesia menyebut asupan protein, ini pertanda

Hasil gambar untuk asupan protein

Protein yang dikonsumsi orang Indonesia masih hilang, kata pakar gizi olahraga, Mury Kuswari, SPd, MSi dari Asosiasi Indonesia untuk Nutrisi Olahraga dan Kebugaran (ANOKI).

Pada sebuah pertemuan di selatan Jakarta, Mury mengatakan bahwa protein sebenarnya memainkan peran penting dalam tubuh, dari membangun zat hingga sumber penting untuk produksi gen hormon.

“Karena protein, proses pengenalan menjadi lebih jelas, ada proses dalam tubuh yang membutuhkan protein, dan jika protein hilang, keluarkan dari tulang untuk membuat tulang lebih keropos.” Tulang mengandung persentase tinggi protein mineral dari mana osteoporosis telah ada selama 40 tahun: tulang tersebut harus dikeluarkan dari tubuh karena tubuh membutuhkan keseimbangan, “jelas Mury.

Apa akibatnya jika Anda kekurangan protein? Misalnya, Anda mungkin melambat jika kecepatan Anda lebih tinggi. Mungkin juga Anda dapat berkonsentrasi hingga tiga jam untuk mengambil satu setengah jam.

“Itu karena kelangkaannya, sehingga tubuh melakukan penyesuaian untuk berjalan, tetapi tidak bisa maksimal,” katanya.

Hanya jika ada lebih banyak tren di dunia yang mengurangi konsumsi daging akan berbeda di Indonesia, karena konsumsi daging di Indonesia masih jauh lebih rendah dan dianggap sebagai makanan mewah.

Bagaimana Anda tahu jika kebutuhan protein Anda terpenuhi?

“Tanyakan kepada ahli gizi berapa banyak tangki kami, tidak semua berbeda: apa yang diisi tidak cocok karena tidak diisi dengan setengah nutrisi dan setengah lemak, sekarang harus menjadi ahli gizi,” katanya.

“Ketika Anda melihatnya dari luar, ketika Anda pergi ke klinik itu lebih kecil, lebih tipis atau tubuhnya lebih kecil, tubuhnya lebih tipis, tetapi perutnya melar karena kekurangan energi protein.” Saya harus pergi ke ahli gizi “dia menyimpulkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *