Go-Food membantu UMKM menjadi kompetensi digital

Hasil gambar untuk Go food

Dengan layanan go-jek, 75% responden UMKM menggunakan pembayaran tunai setelah menjadi Mitra Pangan Go. 90% mitra memiliki alasan untuk bergabung dengan go-food untuk meningkatkan pemasaran.

Data disajikan oleh Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LD FEB UI) tentang pengaruh GOJEK terhadap perekonomian Indonesia pada tahun 2018, yang diterbitkan tahun ini.

Antarmuka pengguna FEB LD juga menunjukkan bahwa 93% dari mitra UMKM online karena mereka bekerja dengan go-food.

Dr. C.K Paksi Walandouw, wakil kepala antarmuka pengguna LD UI, diresmikan pada tahun 2018, memberikan kontribusi makanan jadi bagi perekonomian Indonesia sebesar Rp. 18 triliun. Nilai terbesar dibandingkan dengan layanan gojek lainnya.

“Kontribusi mitra GO-FOOD UMKM pada tahun 2018 hampir tiga kali lipat dibandingkan dengan 2017. Pertumbuhan kontribusi mitra UM KM GO-FOOD sebagian disebabkan oleh optimalisasi fungsi teknologi GOJEK dari mitra GO-FOOD UMKM. Dikaitkan dengan mitra FOOD. ” kata Paksi dalam presentasinya, yang dilakukan pada hari Rabu (27/03/2014).

Dengan aksesi makanan siap saji, 55% responden UMKM mengatakan mereka akan meningkatkan klasifikasi penjualan. Dalam presentasi ini, 72% dari mitra UMKM mengklasifikasikan “usaha mikro” dengan omset 300 juta rupee per tahun.

Untuk informasi Penelitian ini dilakukan di berbagai daerah di Indonesia menggunakan metode kuantitatif melalui wawancara pribadi. Responden diidentifikasi dengan pemilihan sampel sederhana dari database mitra yang telah aktif selama tiga bulan terakhir. Jumlah responden responden go-food yang diwawancarai adalah 1.000 UMKM.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *